Saudara kembar Yangmu, Zhuozhuo, meninggal saat lahir, sehingga ayahnya, Wujin, membesarkannya layaknya seorang anak laki-laki. Bertekad mewujudkan impian sang ayah, ia memutuskan untuk berkompetisi dalam pacuan kuda dan mendedikasikan dirinya pada olahraga tradisional tersebut. Sembari menunggang kuda melintasi Dataran Tinggi Tibet yang berselimut salju, ia mengasah keberanian dan keterampilannya melalui ujian kecepatan serta ketahanan. Pada akhirnya, ia berhasil memenuhi janjinya dengan menjadi perempuan pertama dalam sejarah Daerah Otonom Tibet yang secara resmi berkompetisi dan menyelesaikan perlombaan pacuan kuda tradisional.










